oleh

KONI dan ESI Bontang Apresiasi Turnamen PES & Mobile Legend Mapala Stitek

TERASKATAKALTIM.com – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bontang, Aminullah mengapresiasi turnamen PES dan Mobile Legend yang diselenggarakan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) dan HMTE Sekolah Tinggi Ilmu Teknologi (Stitek) Kota Bontang.

Aminullah mengaku sangat mendukung event ini. Ia berpesan agar para kaum muda lebih giat berlatih. Menurutnya, setiap prestasi hanya bisa diraih apabila banyak berlatih.

“KONI mendukung penuh perkembangan esports di Kota Bontang. Semoga kedepan lebih banyak atlet dan tim e-sport yang bisa menciptakan prestasi di tingkat nasional maupun internasional,” sebut pria yang akrab disapa Emil ini.

Tak hanya dari Ketua KONI, bentuk apresiasi juga datang dari Ketua Esports Indonesia (ESI) Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam.

“Semoga dari turnamen ini, bisa melahirkan tim dan pemain-pemain potensial yang dapat ikut bersaing mewakili Kota Bontang dalam berbagai ajang kejuaraan e-sport,” ucapnya.

Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak panitia. Pun, ia berharap agar kedepannya semakin banyak komunitas yang terbentuk dari kalangan mahasiswa, agar bisa bergabung sebagai member ESI Kota Bontang.

“Semoga kedepan semakin banyak lembaga atau kampus yg bisa membuat event-event game e-sport sehingga semakin memasyarakatkan olahraga potensial ini khususnya untuk masyarakat Bontang,” harap Ketua DPRD Bontang itu.

Turnamen Pro Evolution Soccer (PES) 2021 dan Mobile Legend Bang-Bang tersebut berlangsung di Kedai Kopi Balada, Jalan KS Tubun, Bontang Utara. Digelar selama 3 hari. Mulai 7-9 Mei 2021.

Sebanyak 32 gamers berbakat untuk divisi PES, dan 12 tim untuk Mobile Legend mengikuti turnamen tersebut. Para peserta bertarung dalam babak penyisihan hingga final.

Untuk divisi PES, tampil sebagai raja adalah Maslani dan Masrudin. Sedangkan divisi Mobile Legend, tahta juara berhasil diraih Borneo Ravens. Mereka mampu menyisihkan para pesaing dan meraih total hadiah Rp 2 Juta.

Ketua Mapala Stitek, Fajri mengungkapkan, Panitia sengaja membatasi slot peserta. Hal ini dilakukan karena di Bontang masih menerapkan pembatasan dalam rangka pencegahan COVID-19.

“Antusiasme gemers Bontang dalam turnamen ini cukup tinggi, makanya slot pendaftaran kami batasi. Agar penerapan protokol kesehatan tetap terpenuhi,” ungkap Fajri, Senin (10/05/2021).

Kata dia, turnamen ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang adanya cabang olahraga baru, yaitu e-sport dan merubah mindset para pemain game.

“Dulunya orang-orang hanya tau bermain game untuk sekedar rekreasi. Sekarang sudah ada cabang olahraga e-sport yang bisa menjadi profesi buat para gamers,” katanya. (fjr/*)

Komentar

Berita Terkait