oleh

Nursalam Minta Anggaran Penanganan Banjir Dimaksimalkan

TERASKATA, Bontang – Permasalahan Banjir menjadi momok bagi masyarakat Bontang, Kalimantan Timur. Pasalnya ketika musim penghujan tiba, sejumlah wilayah di Kota Taman (Sebutan Kota Bontang) terendam banjir.

Hal ini menjadi perhatian Anggota DPRD Bontang, Nursalam. Ia mengingatkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk memaksimalkan anggaran permasalahan Banjir di Bontang. Hal itu disampaikan dalam Rapat Paripurna, pada Selasa (20/10/2020).

Kata dia, penanganan banjir di tahun 2021 harus tuntas. Pasalnya, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 1.3 Triliun itu 10 persennya wajib dialokasikan untuk penaganan banjir.

“Tolong di cek itu APBD Kita. Ada dinarasi itu, pemkot memohon kepada DPRD untuk dukungan permasalahan Banjir ,” katanya.

Politisi Golkar itu menyebutkan, dari total 130 Milyar itu untuk tiga tahun. Mulai 2019, 2020 dan 2021. Puncaknya di tahun ini. Apalagi kata salam, penanganan banjir merupakan tanggung jawab yang harus terselesaikan. Mengingat untuk kepentingan masyarakat Bontang.

“DPRD memberikan Dukungan penuh dengan memberikan pansus. Dengan merekomendasi penggunaan anggaran 10 pesen. Dan ini wajib dialokasikan,” sebutnya.

Banjir yang senantiasa melanda Bontang di saat musim penghujan tiba. Hal ini menjadi Pekerjan Rumah (PR) Pemkot Bontang dalam menangani itu. Dengan anggaran yang tersedia, sebut salam dapat menyelesaikan permasalahan Banjir di Bontang.

“Ekonomi akan lumpuh kalo persoalan banjir tidak terselesaikan. Mudah-mudahan permasalahan banjir terselesaikan. Untuk itu, dengan anggaran yang ada harus terserap secara maksimal,” harapnya. (adv)

Komentar

Berita Terkait