oleh

Mengenal 5 Jenis Tes Buta Warna, Sudah Tahu?

Buta warna merupakan salah satu gangguan penglihatan, dimana mata orang yang menderitanya tidak akan mampu mengenali warna yang dilihat secara jelas dan akurat. Alhasil, ia jadi kesulitan untuk membedakan sejumlah warna, seperti merah dan jingga atau biru dan ungu. Gangguan penglihatan semacam ini disebut buta warna parsial.

Selain jenis buta warna parsial, ada juga buta warna total yang penderitanya sama sekali tidak bisa melihat warna. Bagi penderita buta warna total, seluruh objek terlihat oleh mata adalah monokrom. Kondisi ini pastinya mengganggu sekali, bukan?


Untuk memastikan, apakah mata kamu mengalami buta warna atau tidak, kamu perlu melakukan tes buta warna. Tes ini tak hanya berguna untuk mengobati gangguan fungsi mata saja, namun juga biasanya menjadi salah satu syarat bagi sejumlah pekerjaan khusus. Sebut saja pilot, tentara, teknisi, hingga dokter.

Tes buta warna dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan kebutuhan pasien, apakah tes buta warna parsial atau total. Berikut ini adalah beberapa jenis tes buta warna yang perlu diketahui:

  1. Anomaloscope

Tes buta warna anomaloscope dilakukan dengan menggunakan alat serupa mikrosop. Saat menjalani tes, pasien akan diminta untuk melihat ke arah lingkaran yang dibagi ke dalam dua warna, yaitu merah-hijau pada satu sisi dan kuning pada sisi lainnya. Kemudian, pasien harus menekan tombol yang ada pada alat tersebut saat seluruh warna pada lingkaran berubah menjadi satu warna yang sama.

Metode ini termasuk ke dalam tes buta warna parsial. Sayangnya, tes warna Anomaloscope hanya mampu mendeteksi penyakit buta warna parsial merah-hijau.

  1. Ishihara

Tes buta warna Ishihara merupakan tes warna bagi mata yang paling umum dipakai. Pasien yang tes buta warna dengan metode ini akan dihadapkan pada gambar lingkaran yang terdiri dari banyak bintik dengan bentuk dan warna yang berbeda satu sama lain. Pasien diminta untuk melihat gambar tersebut sambil menutup sebelah matanya, diantara mata dan gambar dengan jarak kurang lebih 40 sentimeter.

Apabila melihatnya secara seksama, maka bintik – bintik tersebut akan membentuk suatu huruf atau angka. Jika mata pasien normal, maka ia akan dengan mudah mengindentifikasi huruf atau angka yang tersembunyi tersebut.

Serupa dengan Anomaloscope, metode Ishihara juga hanya bisa mendiagnosis buta warna parsial merah-hijau.

  1. Fransworth-Munsell

Tes buta warna Fransworth-Munsell adalah metode untuk menganalisis apakah pasien bisa menyadari perubahan warna yang sangat tipos. Tes buta warna ini menggunakan medium gambar lingkaran dalam jumlah banyak serta sejumlah gradasi dari warna tersebut.

  1. Penyusunan

Sesuai namanya, metode penyusunan ini dilakukan dengan cara meminta pasien untuk menyusun objek tertentu, dimana objek tersebut terdiri dari susunan gradasi warna. Misalnya, pasien harus menyusun beberapa balok yang terdiri dari warna hijau muda-hijau-hijau tua.

  1. Cambridge

Cara melakukan tes buta warna Cambridge ini serupa dengan ishihara, yaitu sama – sama meminta pasien untuk mengidentifikasi huruf tersembunyi yang ada dalam lingkaran penuh bintik warna berbeda.

Meski begitu, terdapat perbedaan, metode Cambridge menggunakan medium komputer alih-alih kertas kartu. Selain itu, tes ini juga biasanya hanya fokus pada satu jenis huruf, yaitu “C”.

Itulah informasi tentang jenis – jenis tes buta warna yang perlu diketahui. Apabila kamu merasa memiliki gejala buta warna, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter guna mengetahui apakah buta warna yang dialami berbahaya atau tidak.

Komentar

Berita Terkait