oleh

Masalah Hama Kutu Beras Di Gudang Penyimpanan Teratasi Dengan Cara Ini

Hama gudang merupakan organisme pengganggu yang dapat menghancurkan hasil pertanian atau komoditas pertanian yang tersimpan dalam gudang penyimpanan. Hama gudang yang biasanya didapati seperti kumbang tepung (Tribolium sp.), kumbang beras (Sitophilus oryzae), kumbang biji (Callocobruchus chinensis), kumbang rokok (Lasioderma serricorne), kumbang kopra (Necrobia rufipes) dan sebagainya.

Dalam membasmi hama gudang, Anda mungkin Memerlukan pembasmi hama yang profesional untuk memberikan jaminan pelindungan pada hama yang ini supaya hasilnya efisien serta seperti yang diinginkan.

Atasi Masalah Kutu Hama Gudang

Untuk mencegah dan membasmi hama yang dapat merusak komoditas pangan Anda, sebaiknya lakukan langkah protektif berikut :

  • Membuat konstruksi anti hama: bangunan dari beton atau logam lebih bagus dibanding kayu.
  • Sanitasi gudang: komoditi yang berceceran dilantai harus dibersihkan sesudah dikerjakan penyimpanan, celah-celah atau retakan pada lantai, dinding, harus ditutup (sealed).
  • Jangan simpan alat pertanian, seperti alat panen di ruang penyimpanan .
  • Tidak memakai karung sisa untuk menyimpan.
  • Memakai tempat yang tidak gampang dimasuki oleh serangga.
  • Memakai protektan membuat perlindungan bahan simpanan (spesial untuk penyimpanan benih) misalnya : abu sekam serta serbuk tanaman yang dijumpai memiliki kandungan insektisida.
  • Simpan bahan berbentuk yang lebih resisten, contoh yang diperlengkapi dengan polong, khususnya

Selain itu, cara mekanis yang dapat diterapkan untuk membasmi hama secara efektif yaitu :

  1. Pemakaian temperatur tinggi : Temperatur tinggi yang efisien untuk membunuh serangga dalam area untuk menyimpan ialah di antara 50 – 60C sepanjang 24 jam. Makin rendah kelembapan relatif serta kandungan air biji, makin rawan serangga pada tindakan temperatur tinggi, khususnya pada range suhu di antara 40 – 45C
  2. Pemakaian irradiasi : Kekurangan pemakaian langkah irradiasi yakni bisa turunkan kandungan vit. A, C, E, B1 serta K. Jumlah irradiasi yang diperlukan untuk membunuh serangga dapat mematikan biji hingga tidak pas untuk penyimpanan benih.
  3. Pemakaian inert Dust : memakai tanah serta pasir, Silica aerogels, Non-silica dust, selaku perlindungan atau lapisan permukaan staple, atau digabung langsung dengan benih seperti lakukan seed treatment. Kutikula serangga yang bersinggungan dengan inert dust akan terluka/lepas hingga mengakibatkan serangga dehidrasi serta selanjutnya mati. Kelebihan sistem ini yakni tidak toksik pada mamalia, gampang dibikin bersih dari biji, efisien pada bermacam macam hama gudang, tapi tidak memunculkan kekebalan.

Tidak hanya dengan cara mekanis, dalam membasmi hama gudang yang mengganggu, dapat juga dengan menerapkan dengan cara penggunaan bahan kimia.

Pembasmi Hama secara kimiawi yakni memakai pestisida (insektisida, rodentisida, dan lain-lain). Penerapan pestisida bisa dikerjakan dengan 2 tehnik yakni penyemprotan serta fumigasi.

  1. Penyemprotan : pembasmi hama gudang dengan menyemprotkan insektisida dalam tempat penyimpanan benih/biji. Hal yang penting diingat yakni insektisida yang dipakai harus mempunyai endapan yang rendah pada bahan taruh.
  2. Fumigasi : pembasmi hama gudang dengan masukkan atau melepas pestisida di dalam ruang tertutup atau kedap udara untuk beberapa saat dalam jumlah serta fokus yang bisa mematikan hama.

Keuntungan pembasmi hama dengan fumigasi yakni:

  • Tidak menghancurkan komoditi.
  • Tidak tinggalkan endapan hingga tidak beresiko untuk customer akhir.
  • Efisien mengatur semua macam hama serta mencapai hama sampai ketempat yang paling susah.

Komentar