oleh

Anggota DPRD Kaltim Perjuangkan Infrastruktur di Muara Badak

TERASKATAKALTIM.Com, Kukar – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Akhmed Reza Fachlevi secara tegas memberikan dukungan dan berupaya memperjuangkan proses peningkatan jembatan-jembatan antar desa dan kecamatan di Muara Badak.

Demikian diungkapkan Akhmed Reza Fachlevi saat rapat koordinasi dengan berbagai pihak di kantor Kecamatan Muara Badak, terkait rencana pembangunan jembatan antar Desa dan Kecamatan, Kamis (10/6/21).

Dukungan tersebut sebagai upaya memajukan Muara Badak, apalagi daerah ini dinilai memiliki potensi wisata yang dapat diandalkan.

”Pembangunan infrastruktur seperti jembatan, jalan dan drainase yang diakui masih minim harus dipercepat dan menjadi skala prioritas. Pastinya kami ingin berjuang. Mohon dimengerti kami ada sistem SIPD yang sudah ditutup sampai April. Seandainya ini dirembukkan, skala prioritas bisa dimasukan di tahun 2022,” kata Reza.

Menurutnya, persoalan pemenuhan infrastruktur masyarakat menjadi tanggung jawab banyak pihak dan bukan hanya pemerintah. Termasuk pihak swasta. ”Pengusaha-pengusaha lokal harus bersinergi. Sangat berharap keterlibatan anggota DPRD Kabupaten, karena ini ranahnya kabupaten,” ucapnya.

Menurut kebutuhan anggaran, Muara Badak memerlukan sedikitnya Rp10 miliar setiap tahun anggaran. Kalaupun ada gotong royong, Rezza sebagai aggota DPRD siap dan berkomitmen menyelesaikan pembangunan di Muara Badak yang menjadi priortitas bagi warga Muara Badak.

Sementara itu, dalam kegiatan yang sama, Anggota DPRD Kaltim Baharuddin Demmu menerangkan, ada program pembangunan yang mulai berjalan saat ini. Pemprov Kaltim kata dia, telah menganggarkan untuk pembangunan jalan simpang tiga sampai simpang enam Sambera.

”Saat ini posisi program yang sudah ditender sekitar 120 paket, yang masuk persiapan tender 164, yang belum 224, tender berjalan 135. Menyangkut jalan provinsi 16-17 kilometer, ada kita punya Rp29 Miliar paket 1 dan 2. Ini yang mau saya tanyakan, apakah ini sudah tertender atau belum,” terang Demmu yang juga anggota DPRD Kaltim Dapil Kutai Kartanegara.

Legislator asal PAN itu memastikan anggaran tersebut dapat direalisasikan. Namun, ia mengajak semua pihak termasuk swasta terutama warga Muara Badak untuk mengawal proses pembangunannya agar menjadi perhatian Pemprov Kaltim.

”Khusus menyoroti Jembatan Sambera, ini harus betul-betul diperhatikan. Saya berharap betul kontribusi perusahaan untuk perbaikan jembatan di muara badak,” kata Demmu mengajak.

Masyarakat memang mengeluhkan kondisi Jembatan Sambera yang menghubungkan jalur poros Muara Badak-Marangkayu. Beberapa tahun lalu, karena kondisi jembatan yang memprihatinkan, warga sekitar Jembatan Sambera bahkan melakukan perbaikan secara swadaya. (*)

Komentar

Berita Terkait